Web Hosting adalah salah satu bentuk layanan jasa penyewaan tempat di
Internet yang memungkinkan perorangan ataupun organisasi menampilkan
layanan jasa atau produknya di web / situs Internet. Tempat dapat juga
diartikan sebagai tempat penyimpanan data berupa megabytes (mb) hingga
terabytes (tb) yang memiliki koneksi ke internet sehingga data tersebut
dapat direquest atau diakses oleh user dari semua tempat secara
simultan. Inilah yang menyebabkan sebuah website dapat diakses bersamaan
dalam satu waktu oleh multi user.
Pada dasarnya sebuah server web hosting menggunakan adalah sebuah
komputer biasa namun menggunakan beberapa komponen dan program dasar
sebuah server serta disarankan harus mampu untuk online 24 jam setiap
hari dan tanpa harus dimatikan dalam jangka waktu lebih lama daripada
komputer biasa
Ada beberapa jenis layanan hosting yaitu shared hosting, VPS atau Virtual Dedicated Server, dedicated server, colocation server.
1. Shared Hosting adalah menggunakan server hosting bersama sama dengan
pengguna lain satu server dipergunakan oleh lebih dari satu nama domain.
Artinya dalam satu server tersebut terdapat beberapa account yang
dibedakan antara account satu dan lainnya dengan username dan password.
2. VPS, Virtual Private Server, atau juga dikenal sebagai Virtual
Dedicated Server merupakan proses virtualisasi dari lingkungan software
sistem operasi yang dipergunakan oleh server. Karena lingkungan ini
merupakan lingkungan virtual, hal tersebut memungkinkan untuk
menginstall sistem operasi yang dapat berjalan diatas sistem operasi
lain.
3. Dedicated Server adalah penggunaan server yang dikhususkan untuk
aplikasi yang lebih besar dan tidak bisa dioperasikan dalam shared
hosting atau virtual dedicated server. Dalam hal ini, penyediaan server
ditanggung oleh perusahaan hosting yang biasanya bekerja sama dengan
vendor.
4. Colocation Server adalah layanan penyewaan tempat untuk meletakkan
server yang dipergunakan untuk hosting. Server disediakan oleh pelanggan
yang biasanya bekerja sama dengan vendor.
internet kini merupakan kebutuhan yang menurut saya sudah kebutuhan
pokok, mungkin seperti nasi, bayangkan sekarang ini bukan hanya dikota
besar saja yang sudah mempunyai internet bahkan didesa, ditengah laut
bahkan didaerah terpencil pun orang sudah dapat mengakses internet,
kalau dulu internet hanya
bisa diakses di PC, kini internet dapat di akses oleh media yang begitu banyak misalnya Handphone, Smartphon, Notebook, Laptp, PDA, Tablet dan lain-lain, oleh sebab itu pengguna nya setiap hari akan terus bertambah, dan kali ini di artikel saya akan membahas sedikit tentang Pengertian dan perbedaan ipv6 dan ipv4. IP adalah internet Protocol atau alamat suatu laptop atau komputer.
bisa diakses di PC, kini internet dapat di akses oleh media yang begitu banyak misalnya Handphone, Smartphon, Notebook, Laptp, PDA, Tablet dan lain-lain, oleh sebab itu pengguna nya setiap hari akan terus bertambah, dan kali ini di artikel saya akan membahas sedikit tentang Pengertian dan perbedaan ipv6 dan ipv4. IP adalah internet Protocol atau alamat suatu laptop atau komputer.
IPv4 adalah format protokol yang telah dipakai pada saaat awal
internet ada. ipv4 ini berformat 32 biner, dengan perkembangan internet
sekarang ini dengan banyak pengguna yang menggunakannya, kemungkinan
penggunaan IPv4 tidak memadai lagi.
Dengan hanya 32 bit format address hanya bisa menampung kebutuhan :Bayangkan dengan Nilai Maximum diatas menurut penilitian 20 tahun lagi pengguna internet akan lebih dari nilai maximum IPv4.
32
= 2 IPv4 Address
= 4,294,967,296 IPv4 Address
Langkah antisipasi awal sebenarnya sudah
dilakukan dengan teknologi NAT (Network Address Translation) yang
bekerja dengan cara melakukan penterjemahan satu alamat IPv4 public ke
banyak IPv4 private.Sehingga satu alamat IPv4 public bisa dipergunakan
untuk banyak perangkat yang akan terkoneksi ke internet.
Pada
tahun 1992 IETF selaku komunitas terbuka internet membuka diskusi para
pakar untuk mengatasi masalah ini dengan mencari format alamat IP
generasi berikutnya setelah IPv4 (IPng, IP Next Generation) yang
kemudian menghasilkan banyak RFC (request for comments) yakni dokumen
stardard yang membahas protocol, program, prosedur serta konsep internet
IPv6.
Setelah melalui pembahasan yang panjang, pada tahun 1995 ditetapkan melalui RFC2460 alamat IP versi 6 sebagai IP generasi berikutnya (IPng) pengganti IP versi 4.
Setelah melalui pembahasan yang panjang, pada tahun 1995 ditetapkan melalui RFC2460 alamat IP versi 6 sebagai IP generasi berikutnya (IPng) pengganti IP versi 4.
IPv6 ini menggunakan format 128 bit binary sehingga bisa menampung kebutuhan :
128
= 2 IPv6 Address
= 340,282,366,920,938,463,463,374,607,431,768,211,456 IPv6 Address
Pengembangan IPv6 sampai saat ini sudah dilakukan oleh banyak pihak yang ada di seluruh dunia termasuk Service Provider, Internet Exchange Point, ISP regional, Militer serta Universitas.













