Sunday, December 1, 2013

Konfigurasi IP ADDRESS pada Debian 6

IP (Internet Protocol) Address merupakan sebuah alamat protokol yang dimiliki oleh setiap perangkat komputer yang terhubung ke sebuah jaringan, baik itu jaringan dalam skala lokal ataupun jaringan secara luas. Seperti halnya alamat rumah, IP Address pun sudah pasti dimiliki oleh setiap komputer yang terhubung ke jaringan. Setiap IP Address antara komputer satu dengan komputer yang lainnya tentu akan berbeda karena alamat rumahpun tidak mungkin ada yang sama bukan.? Dengan demikian pengirimian data dari komputer ke komputer akan tepat sesuai apa yang akan dituju.


Kita edit isi file dengan mengetikan :
Debian:~# nano /etc/network/interfaces atau pico /etc/network/interfaces
 
 
 # The loopback network interface  
 auto lo  
 iface lo inet loopback  
   
 # The primary network interface  
 auto eth0  
 iface eth0 inet static  
      address 192.168.27.254  
      netmask 255.255.255.0  
      network 192.168.27.0  
      broadcast 192.168.27.255  
      gateway 192.168.27.254  
      # dns-* options are implemented by the resolvconf package, if installed  
      dns-nameservers 192.168.27.254  
      dns-search sandimulyadi.web.id  
        
 allow-hotplug eth1  
 iface eth1 inet static  
      address 192.168.3.254  
      netmask 255.255.255.0  
      network 192.168.3.0  
      broadcast 192.168.3.254  
      gateway 192.168.3.1  
      dns-nameservers 192.168.3.254  


Kata auto yang mendahului nama suatu interface menandakan bahwa interface tersebut akan
dinyalakan secara otomatis pada saat booting. Interface lo tidak memiliki konfigurasi IP karena
lo digunakan sebagai loopback sehingga memiliki IP yang pasti yakni 127.0.0.1. Alamat IP ini
digunakan oleh komputer untuk berkomunikasi dengan dirinya sendiri.
Konfigurasi untuk eth0 harus diberikan karena interface ini dikonfigurasi menggunakan IP
statis. Parameter-parameter yang harus disebutkan untuk jenis interface static adalah:
  1. address: menentukan IP address yang digunakan suatu komputer.
  2. network: menentukan Network Address komputer.
  3. netmask: menentukan subnet mask network komputer.
  4. broadcast: menentukan alamat broadcast yang digunakan komputer untuk memperkenalkan diri pada jaringan.
  5. gateway: menentukan default gateway yang digunakan apabila komputer tersebut mengirimkan paket data ke luar jaringan anggotanya.

Setelah selesai melakukan perubahan pada file ini anda dapat mengaktifkan setting ini dengan menjalankan perintah:
Debian:~# /etc/init.d/networking restart

Untuk memeriksa apakah setting ini sudah benar, perintah di bawah ini dapat digunakan.
Debian:~# ifconfig  atau ip a s
 

No comments:

Post a Comment